Shippo Pulang
Pada Awalnya Sejak semester lalu, aku selalu menginginkan laptop baru. Sayangnya, aku belum bekerja sehingga tidak punya penghasilan untuk membeli laptop. Malah, aku membutuhkan laptop untuk mulai bekerja. Lingkaran kerja-supaya-bisa-beli-laptop-supaya-bisa-kerja ini tidak ada ujungnya; membuat kepalaku pusing setiap kali memikirkannya. Jelas, aku hanya bisa mengandalkan uang orang tuaku. Meski begitu, tetap saja laptop yang kuidamkan tidak bisa terbeli. Bukannya tidak mau, malah, kita semua mau. Hanya saja, tidak bisa. Bulan yang satu digantikan bulan yang lain; terus begitu hingga menjelang akhir tahun. Aku selalu merengek, berharap, dan berdoa. Seringkali aku menghibur diri dengan menonton review laptop di YouTube. Entahlah. Antara menghibur diri atau menyiksa diri, tetapi itu yang terjadi. Semua itu kulewati hingga aku sampai di pertengahan Desember, di mana kegiatan kantor yang diikuti mamaku akhirnya selesai; sekitar 3 bulan lamanya. Setelahnya, tunas baru mulai mencuat da...